Selasa, 09 November 2010
Blogspot sebagai media belajar
Manusia saat ini sedang menempuh sebuah abad yang terus melaju dengan pesat. Pesatnya kemajuan peradaban manusia salah satunya disebabkan adanya temuan-temuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Maka tidak berlebihan kalau abad ini lebih dikenal sebagai abad informasi. Hal ini dikarenakan perkembangan teknologi informasi begitu pesat dan merambah berbagai bidang kehidupan. Teknologi informasi yang secara sederhana disimbolkan oleh perangkat komputer dan jaringan internet serta teknologi komunikasi, telah banyak dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas manusia. Sebuah situs web dapat dibangun oleh orang yang sangat awam di bidang bahasa pemrograman komputer. Sekarang ini telah banyak tersedia fasilitas untuk membangun sebuah situs web secara instan. Artinya, tanpa menggunakan bahasa pemrogramanpun tertentu orang bisa mengelola sebuah situs web. Lebih menariknya lagi bahwa untuk memperoleh fasilitas instan tersebut orang tidak harus mengeluarkan uang sedikitpun (gratis). Salah satu fasilitas tersebut adalah blogspot (blog)
saat ini sebenarnya ada satu jenis situs lainnya yang cukup populer, bermanfaat, dan diminati oleh banyak pengguna Internet pada umumnya, tidak hanya para remaja. Jenis situs Internet itu adalah blog. Blog adalah sebuah media berupa situs Internet yang dimiliki oleh seseorang, yang pemiliknya bisa menuliskan apapun.
Masing-masing blog memiliki fasilitas komentar, sehingga para pengunjung yang datang ke blog tersebut dapat saling berinteraksi dan berdiskusi. Aktivitas menulis blog di Indonesia saat ini adalah aktivitas yang masih sangat baru, populer dan masih fenomenal. Satu hal yang menarik dari blog ini adalah bahwa jumlah blog di Indonesia berkembang sangat pesat. Enda Nasution, seseorang yang termasuk generasigenerasi awal blogger di Indonesia dan disebut “Bapak” Blogger Indonesia mengatakan bahwa jumlah blog di Indonesia berlipat dua setiap 6 bukan sekali. Perhitungan pada bulan Oktober 2007 mendapatkan jumlah blog Indonesia adalah sekitar 130 ribu.3
2. Pengertian blog
Blog berasal dari asal kata web log. Web artinya Internet, dan log artinya adalah catatan. Secara harfiah, blog bisa didefinisikan sebagai catatan harian yang ditulis dan dipublikasikan di Internet. Salah satu di antara definisi paling awal tentang blog dicetuskan oleh Rebecca Blood, pemilik blog www.rebeccablood.net dan penulis buku The Weblog Handbook,
Blog adalah sebuah halaman web, dengan tulisan terbaru diletakkan di bagian isi paling atas, isinya sering diperbarui – kadang-kadang beberapa kali dalam sehari. Seringkali di sisi dari halaman web tersebut ada sebuah daftar link (tautan) yang merujuk ke halaman sejenis. Menurut The Meriam Webster dictionary, Blog is the term as an online personal journal that houses reflections, comments, and hyperlinks. Jadi blog merupakan sebuah istilah jurnal pribadi online yang berisi tentang refleksi diri, komentar dan link.
Berdasarkan dua definisi sebelumnya dapat disimpulkan bahwa blog adalah sebuah halaman web yang berisi tulisan pribadi atau kelompok yang
diurutkan berdasarkan kronologis waktu dan memungkinkan pengunjungnya
untuk memberikan komentar.
Dan pengertian lain menyebutkan, Blog adalah sebuah halaman web yang berisi tentang tulisan pribadi atau kelompok yang diurutkan berdasarkan kronologis waktu dan memungkinkan pengunjungnya untuk memberikan komentar. Di dalam blog terdapat fitur-fitur yang dapat mendukung kegiatan penggunanya. Fitur-fitur tersebut antara lain post, komentar, tautan (link), blogroll, sidebar, sindikasi, dan blog aggregator. Blog juga terdiri dari berbagai jenis, yaitu blog sebagai buku harian, linkfest, clubho uses, soapboxes, dan newsroom.
3. Fitur-Fitur dalam Blog
Blog dilengkapi oleh beberapa fitur yang dapat mendukung kegiatan penggunanya dalam blog tersebut. Setiap situs memiliki fitur-fitur yang berbeda dan tidak semua blogger4 membutuhkan setiap fitur yang disediakan.
Secara umum, setiap blog memiliki fitur post, komentar, tautan (link),
blogroll, sidebar, sindikasi, dan blog aggregator.
1. Post
Post atau entri blog adalah sebuah tulisan yang terpisah dengan
tulisan-tulisan lainnya yang ada di dalam blog. Tulisan ini merupakan bagian utama yang menggambarkan isi dari sebuah blog.
2. Komentar
Komentar merupakan fasilitas yang memberi kesempatan bagi para pengunjung sebuah blog untuk memberikan tanggapan mengenai tulisan dalam blog.
3. Tautan (link)
Sebuah tulisan yang menghubungkan antara sebuah halaman website
dengan halaman yang lain. Apabila sebuah tautan diklik dengan mouse komputer, maka halaman website baru akan terbuka.
4. Blogroll
Blogroll adalah kumpulan tautan atau link dari halaman blog atau halaman web yang sering dikunjungi oleh pemilik blog.
5. Sidebar
Sidebar merupakan bagian dari sebuah halaman blog yang berada di samping kiri, kanan atau keduanya. Sidebar juga biasanya berisi informasi-informasi tambahan tentang blog milik blogger.
6. Sindikasi
Setiap blog memiliki fasilitas yang disebut RSS (Really Simple Syndication). Dengan menggunakan fasilitas RSS ini, isi dari sebuah blog bisa disindikasi dan dibaca di tempat lain tanpa harus mengunjungi blog tersebut.
7. Blog Aggregator
Blog aggregator adalah sebuah halaman web yang mengambil sindikasi dari blog-blog yang telah dimasukkan di dalamnya, sehingga pada saat blog-blog tersebut menampilkan entri blog terbaru, entri tersebut juga akan tampil di blog aggregator. Biasanya, tujuan dari adanya blog aggregator adalah untuk membuat sebuah komunitas blogger yang memudahkan para anggota komunitasnya untuk saling membaca blog-nya masing-masing.
4. Cara membuat blog
Langkah 1: Daftar Google
Daftarkan Diri Anda di Google
Anda harus memiliki login google.com.
kunjungi http://www.blogger.com. Anda akan mendapatkan halaman seperti pada gambar dibawah.
Jika Anda sudah memiliki login di Google, Anda tinggal login, maka Anda akan masuk keControl Panel atau Panel Kontrol.
Klik tanda panah besar yang bertuliskan CIPTAKAN BLOG ANDA.
Halaman Pertama
Langkah 2: Daftar Blog
Lengkapi Pendaftaran Anda
Setelah Anda klik tanda panah besar yang bertuliskan CIPTAKAN BLOG ANDA, maka akan muncul formulir seperti yang ada pada gambar dibawah ini.
Proses ini akan menciptakan account Google yang dapat Anda gunakan pada layanan Google lainnya. Jika Anda sudah memiliki sebuah account Google mungkn dari Gmail, Google Groups, atau Orkut.
Satu account Google bisa digunakan untuk mengakses semua fasilitas yang disediakan oleh Google.
Silahkan lengkapi.
1. Alamat email yang Anda masukan harus sudah ada sebelumnya. Anda akan dikirim konfirmasi ke email tersebut. Jika Anda menggunakan email palsu atau email yang baru rencana akan dibuat, maka pendaftaran bisa gagal. Anda tidak perlu menggunakan email gmail.com. Email apa saja bisa.
2. Lengkapi data yang lainnya.
3. Tandai "Saya menerima Persyaratan dan Layanan" sebagai bukti bahwa Anda setuju. Setelah lengkap, klik tanda lanjutkan.
Form Pendaftaran 1
Form Pendaftaran 2
Langkah 3: Membuat Blog
Memilih Nama Blog dan URL Blog
Jika Anda berhasil, Anda akan dibawa ke halaman seperti pada gambar dibawah. Jika gagal? Gagal biasanya karena verifikasi kata Anda salah. Itu wajar karena sering kali verifikasi kata sulit dibaca. Yang sabar saja, ulangi sampai benar.
Setelah Anda berhasil mendaftar, Anda akan dibawa ke halaman seperti yang ada pada gambar dibawah. Sekarang Anda mulai membuat blog dengan mengisi nama dan alamat blogAnda.
Sebagai contoh, saya menamakan blog tersebut dengan nama Hasna Zahidah. Saya memilih alamat blog dengan alamat http://hasna-zahidah.blogspot.com
sebagai alaternatif, bisa juga http://hasnazahidah.blogspot.com.
Lanjutkan dengan klik tanda panah bertuliskan LANJUTKAN.
Proses Pembuatan Blog
Langkah ke 4 Blog Template
Pilih desain yang sesuai dengan selera Anda.
Pilihlah tema yang sesuai dengan selera Anda. Jika tidak ada yang sesui dengan selera Anda, jangan khawatir, nanti masih banyak pilihan tema yang bisa Anda install sendiri. Sekarang pilih saja tema agar proses pembuatan blog bisa diselesaikan. Anda bisa previewtema dengan klik gambarnya.
Untuk Memilih tema Anda klik (tandai) bulatannya o seperti pada gambar dibawah. Setelah itu Anda klik tanda panah yang bertuliskan LANJUTKAN
Memilih Tema
5. Mengelola blogspot sebagai Media Pembelajaran
blog pada awalnya digunakan oleh para bloger sebagai tempat
mengungkapkan lintasan-lintasan pikiran dan perasaan semacam buku diare. Namun demikian, blog pada dasarnya sama dengan web pada umumnya yang dapat digunakan untuk menyampaiakn informasi apa saja. Tidak menutup kemungkinan bagi para guru/dosen dapat memanfaatkan blog sebagai media pembelajaran. Guru/dosen dapat mendesain blog sedemikian rupa sebagai media pembelajaran berbasis web. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membangun blog sebagai media pembelajaran adalah sebagai berikut:
a. Membangun halaman mata kuliah/mata pelajaran
Halaman pada blog merupakan bagian yang dibuat statis. Artinya, dengan memanfaatkan fasilitas halaman, guru/dosen dapat menampilkan mata pelajaran/mata kuliahnya. Pada saat membuat halaman, tuliskan pada bagian judul halaman nama mata pelajaran/mata kuliah yang akan ditampilkan melalui blog. Pada bagian isi, tuliskan gambaran singkat tentang mata pelajaran/mata kuliah yang bersangkutan. Misalnya berisi tentang apersepsi, kompetensi dasar, indikator dan tujuan pembelajaran. Selanjutnya, tuliskan pula pada bagian isi daftar pokok bahasan yang ada pada materi yang bersangkutan. Daftar ini akan dijadikan sebagai link menuju sub halaman yang berisi kajian untuk tiap-tiap pokok bahasan.
b. Membangun sub halaman pokok bahasan
Sub halaman merupakan ”anak” dari suatu halaman. Sub halaman ini
terhubung dengan suatu halaman induk. Dosen/guru dapat menuliskan satu pokok bahasan pada satu sub halaman yang menginduk kepada halaman mata kuliah/mata pelajaran. Artinya, jika dalam satu mata kuliah/mata pelajaran terdapat 10 pokok bahasan, maka guru/dosen harus membangun 10 sub halaman juga. Untuk lebih memperkaya materi, guru/dosen dapat saja mengupload diktat pelajaran/mata kuliahnya ke masing-masing sub halaman.
c. Membangun halaman untuk membuat kuis/tugas
Setiap minggu guru/dosen dapat menambahkan tugas/kuis melalui blog. Hal ini dapat dilakukan dengan membangun halaman khusus yang disediakan untuk memberi tugas/kuis mingguan. Teknik pembuatannya persis sama dengan pembuatan halaman-halaman yang lain.
d. Mendesain bagian post sebagai forum diskusi dengan siswa/mahasiswa
Dosen/guru dapat mendesain sebuah forum diskusi/tanya jawab melalui
bagian post/tulisan. Post merupakan bagian dari web yang sifatnya dinamis. Tulisan terakhir akan diletakkan pada bagian paling atas. Dosen/guru dapat melontarkan pertanyaan-pertanyaan menarik, para siswa/mahasiswa diharapkan menjawabnya melalui fasilitas komentar. Pembelajaran berbasis web dengan demikian dapat didesain cukup interaktif.
6. Metode-metode Pengajaran dengan Memanfaatkan Blogspot
Terdapat beberapa metode yang bisa digunakan oleh para guru dan siswa
dalam memanfaatkan blogspot sebagai media pembelajaran alternatif. Masing masing metode ini menekankan peran guru, sebagai fasilitator pembelajaran, aktif menulis dan mencari sumber informasi dari berbagai sumber.
1. Metode Pertama: Blog Guru sebagai Pusat Pembelajaran
Metode ini adalah metode paling sederhana dari pemanfaatan blog sebagai media pembelajaran dan sangat mungkin diterapkan pada sekolah yang tidak terlalu memiliki fasilitas komputer dan Internet yang memadai. Para siswa tidak perlu membuat blog dan pusingpusing mengisinya secara rutin karena seluruh topik pembelajaran beserta diskusi dan interaksinya sudah terpusat di satu tempat. Pada metode ini, para guru harus memiliki blog-nya masing-masing yang akan diisi secara rutin dengan tulisan-tulisan yang berhubungan dengan mata pelajaran yang diajarkan. Melalui fasilitas komentar, para siswa beserta gurunya bisa berdiskusi secara aktif mengenai topik tersebut. Guru dan siswa juga bisa saling memperkaya wawasan dan informasinya masing-masing dengan cara memberi link pada komentar tersebut yang menuju website lain yang relevan dengan materi tersebut. Selain diisi oleh materi-materi pembelajaran, guru bisa juga memberikan tugas-tugas sekolah bagi para siswa di blog-nya. Tugastugas tersebut bisa saja dikerjakan di atas kertas dan dikumpulkan di kelas atau dikumpulkan kembali via Internet. Satu hal yang pasti, para siswa dapat memanfaatkan pencarian informasi di Internet untuk membantunya mengerjakan tugas-tugas tersebut. Tidak berhenti hanya di materi pembelajaran dan tugas sekolah, blog juga memungkinkan para penulisnya untuk memasukkan animasi, lagu, video, dan fasilitas multimedia lainnya. Guru bisa memanfaatkan beragamnya konten-konten di berbagai website di dunia untuk memberikan variasi dalam proses pembelajaran. Salah satu contoh konkretnya, misalnya, guru bisa menampilkan video yang menarik dan bermanfaat, yang diambil dari YouTube, sebuah situs untuk saling berbagi video dari orang-orang di seluruh dunia. Untuk mendorong para siswa untuk aktif berdiskusi, guru bisa
memberi semacam insentif tambahan nilai bagi para siswa yang aktif di blog gurunya dan memberikan komentar-komentar yang bermanfaat bagi siswa lainnya. Dengan adanya blog yang bisa diakses kapan saja dan dimana saja,
proses pembelajaran tidak berhenti hanya sampai di kelas saja. Di rumah, di warnet, atau dimanapun, para siswa bisa melanjutkan proses pembelajarannya dengan cara membaca tulisan dari gurunya di blog, sekaligus berdiskusi di sana. Keuntungan dari metode ini adalah metode ini relatif cepat dan mudah bagi para siswa, karena para siswa tidak perlu membuat blognya masing-masing. Selain itu, karena semua interaksi dilakukan di blog sang guru, setiap aktivitas yang dilakukan oleh para siswa
tersebut dapat dipantau dengan mudah oleh guru tersebut. Hal ini akan meminimalisir adanya kalimat-kalimat negatif dari para siswa tersebut di blog-nya. Guru tentu saja harus mempromosikan blog-nya di kelas setiap kali dia mengajar, agar para siswa mengetahui tentang blog tersebut.
2. Metode Kedua: Blog Guru dan Blog Murid yang Saling Berinteraksi
Bagi sekolah-sekolah yang memiliki fasilitas komputer dan Internet, atau bagi sekolah yang berada di kota-kota besar sehingga para siswa dan gurunya lebih sering mengakses Internet, metode kedua ini sangat tepat untuk diterapkan. Karena siswa-siswa dan guru memiliki kesempatan lebih banyak untuk menggunakan Internet, para siswa dan guru ini seharusnya mampu mengelola blog mereka masingmasing. Pada dasarnya, metode kedua ini cukup mirip dengan metode pertama, karena blog milik sang guru masih memegang peran yang sangat penting sebagai fasilitator dan pengarah para murid dalam kurikulum pendidikan. Satu hal yang membedakan metode kedua
dengan metode pertama adalah bahwa para siswa harus memiliki blog-nya masing-masing. Kelebihan yang cukup signifikan dari metode kedua ini dibandingkan dengan metode pertama adalah bahwa para siswa akan memiliki semangat yang lebih dalam berkompetisi dengan temantemannya. Tentu saja iklim kompetisi ini harus ditumbuhkan oleh guru dengan cara memberi berbagai bonus baik itu bonus nilai maupun bonus di dunia nyata bagi siswa yang blog-nya diurus dengan rutin dan serius. Pada tahap awal, apabila para siswa tidak memiliki blog dan mungkin saja tidak tertarik untuk memiliki blog, guru harus mendorong para siswa untuk memiliki blog. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan tugas yang harus dikerjakan oleh siswa-siswanya dan dituliskan di blog-nya masingmasing. Apabila hal ini dilakukan secara berkala, setiap siswa punakan terbiasa menulis dan membaca. Hal ini akan membuat para siswa menjadi selangkah lebih maju secara intelektual. Terdapat sebuah contoh dari guru yang telah melakukan cara ini, yaitu Awan Sundiawan, yang memiliki blog dengan alamat awan965.wordpress.com. Pak Awan adalah guru di SMA Kosgoro Kuningan, Jawa Barat. Ia pernah memberikan beberapa tugas yang harus dikerjakan oleh para siswanya untuk kemudian ditulis di blognya. Seperti data yang didapat dari salah satu halaman blog milik Pak Awan, dari lima kelas yang dipegang oleh Pak Awan, masingmasing kelas menyumbang sekitar 30 orang blogger. Walaupun tidak semua blogger di masing-masing kelas tersebut kemudian rutin menulis dan menjadi blogger aktif, cara ini sangat bermanfaat untuk memperkenalkan blog kepada siswa SMA
7. Keunggulan blogspot sebagai Media Pembelajaran
Blogspot sebagai Media Pembelajaran Berbasis Web memiliki
beberapa keunggulan, yaitu :
a. Sebagai media pembelajaran berbasis web, maka blogspot dapat diakses oleh para siswa kapan saja dan di mana saja yang penting ada komputer yang terhubung dengan jaringan internet.
b. Blogspot merupakan web yang dapat dibangun dengan mudah tidak memerlukan bahasa pemrograman khusus. Blogspot dapat dibangun secara instan, mengikuti petunjuk yang ada pada penyedia layanan blog.
c. Blogspot merupakan web yang dapat dibangun tanpa biaya sepeserpun.
8. Simpulan
Saat ini, tidak sedikit siswa yang telah mengenal Internet. Akan tetapi, sebagian besar dari mereka masih menggunakannya hanya untuk hal-hal yang bersifat hiburan seperti chatting, membuka situs jejaring sosial, atau bermaingame on-line. Belum banyak di antara mereka yang menggunakan Internet sebagai kegiatan belajar mereka. Salah satu fasilitas di Internet yang dapat digunakan untuk kegiatan pendidikan adalah blogspot. Melalui blog, guru dan siswa dapat melakukan kegiatan belajar mengajar melalui fitur-fitur yang disediakan, seperti post dan komentar. Melalui blog pula, para siswa membiasakan diri untuk menulis di media yang dapat dibaca oleh banyak orang. Blogspot bisa dimanfaatkan sebagai media pembelajaran alternatif bagi para guru dan siswa, dengan metode-metode yang sudah penulis jelaskan sebelumnya. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, blog yang saat ini sangat populer di kalangan remaja dapat mendukung proses pembelajaran para siswa di SMA. Ada beberapa metode yang dapat dijalankan dengan menggunakan blog sebagai media pembelajaran. Pertama, guru sebagai pusat pembelajaran. Kedua, blog guru dan blog siswa yang saling berinteraksi. Ketiga, komunitas blogger pembelajar. Dengan demikian, blog dapat dimanfaatkan sebagai pusat pembelajaran. Masalah yang dihadapi oleh para guru dan siswa dalam menggunakan Internet, khususnya blog adalah keterbatasan fasilitas serta berbedanya tingkat pemahaman. Solusi untuk mengatasi hal tersebut adalah penyediaan fasilitas di sekolah-sekolah serta diadakannya pelatihan, seminar, atau workshop tentang penggunaan Internet serta blog.
9. Saran
Agar blog dapat media digunakan sebagai media pembelajaran, diperlukan komitmen yang tinggi serta konsistensi oleh guru dan siswa. Tanpa komitmen dan konsistensi, semakin lama semangat guru dan siswa akan menurun bahkan bisa sampai meninggalkan blog. Selain itu, penyediaan fasilitas Internet yang memadai dan serta edukasi tentang penggunaan Internet dan blog juga sangat penting agar mereka dapat menggunakannya dengan baik dan benar.
Selasa, 07 Juli 2009
pengantar pendidikan
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1.1 Latar Belakang Masalah
Pengertian ini mengacu pada aspek antropologis, yaitu manusia dalam lingkungan keluarga. Istilah keluarga berbeda dengan rumah tangga. Rumah tangga berarti suatu yang berkenaan dengan urusan kehidupan dalam rumah seperti belanja dan sebagainya. Oleh karena itu, ia bersifat material ekonomis. Orang yang mengatakan bahwa urusan sebelum, persiapkan dahulu rumah baru kemudian urusan rumah tangga mengacu pada pengertian pada pengertian material ekonomis tadi. Oleh karena itu pengertian rumah tangga dan keluarga itu dibedakan.
Namun demikian, istilah rumah tangga juga dapat disamakan artinya dengan keluarga. Arti dari rumah tangga (house hold) adalah sekelompok sosial yang biasanya berpusat pada suatu keluarga batih, yaitu keluarga yang terdiri dari suami/ayah, istri /ibu, dan anak-anak yang belum menikah atau memisahkan diri.
Definisi lainnya adalah suatu kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih yang direkat oleh ikatan darah, perkawinan, atau adopsi serta tinggal bersama.
1.1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Sebutkan Pengertian Keluarga!
1.2.2 Sebutkan Fungsi dan Bentuk-bentuk Keluarga!
1.2.3 Mengapa Keluarga sebagai Inti Masyarakat ?
1.2.4 Mengapa Keluarga sebagai Lembaga Masyarakat ?
1.1.3 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah mengetahui:
1.3.1 Penertian keluarga
1.3.2 Fungsi dan bentuk-bentuk keluarga
1.3.3 Mengapa keluarga disebut sebagai inti masyarakat
1.3.4 Mengapa Keluarga sebagai Lembaga Masyarakat
1.1.4 Metode Penulisan
a. Metode Pengumpulan Data
Dalam mengumpulkan data yang menunjang penulisan adalah menggunakan metode kepustakaan, yaitu dengan cara membaca di buku-buku literatur, koran, internet, bukan dengan observasi langsung.
b. Metode Analisis Data
Metode analisis data yang dipergunakan dalam penulisan ini adalah dengan menggunakan metode deskritif kualitatif, yaitu menjawab rumusan masalah dengan cara penyusunan data secara uraian dan kemudian menarik suatu kesimpulan dari rumusan masalah tersebut.
c. Jenis dan sumber Data
Jenis dan sumber data yang diperoleh adalah berupa data sekunder, yaitu data-data yang berasal dari buku-buku dan internet
BAB II
PEMBAHASAN
1.2.1 Pengertian Keluarga
Pengertian ini mengacu pada aspek antropologis, yaitu manusia dalam lingkungan keluarga. Istilah keluarga berbeda dengan rumah tangga. Rumah tangga berarti suatu yang berkenaan dengan urusan kehidupan dalam rumah seperti belanja dan sebagainya. Oleh karena itu, ia bersifat material ekonomis. Orang yang mengatakan bahwa urusan sebelum, persiapkan dahulu rumah baru kemudian urusan rumah tangga mengacu pada pengertian pada pengertian material ekonomis tadi. Oleh karena itu pengertian rumah tangga dan keluarga itu dibedakan.
Namun demikian, istilah rumah tangga juga dapat disamakan artinya dengan keluarga. Arti dari rumah tangga (house hold) adalah sekelompok sosial yang biasanya berpusat pada suatu keluarga batih, yaitu keluarga yang terdiri dari suami/ayah, istri /ibu, dan anak-anak yang belum menikah atau memisahkan diri.
Definisi lainnya adalah suatu kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih yang direkat oleh ikatan darah, perkawinan, atau adopsi serta tinggal bersama.
Beberapa pengertian keluarga di atas secara sosiologis menunjukkan bahwa dalam keluarga itu terjalin suatu hubungan yang sangat mendalam dan kuat, bahkan hubungan tersebut bisa disebut hubungan lahir batin. Adanya hubungan ikatan darah menunjukkan kuatnya hubungan yang dimaksud. Hubungan antara anggota keluarga, tidak saja berlangsung selama mereka masih hidup, tetapi setelah mereka meninggal dunia pun masing-masing individu masih memiliki keterkaitan satu dengan yang lainnya, misalnya dengan cara mendoakannya atau berziarah kekuburannya.
Dengan demikian, jelaslah bahwa dalam keluarga terdapat hubungan fungsional di antara anggotanya. Yang perlu diperhatikan di sini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan itu, yaitu struktur dalam keluarga itu sendiri. Struktur keluarga banyak menentukan pola hubungan dalam keluarga. Pada keluarga batih hubungan antar anggota mungkin saja lebih kuat karena terdiri dari jumlah anggota yang terbatas. Akan tetapi, pada keluarga luas, hubungan antara anggota keluarga sangat renggang karena terdiri dari jumlah anggota yang banyak dengan tempat terpisah.
Dengan memperhatikan berbagai definisi di atas, Horton dan Hurt memberikan beberapa pilihan dalam mendefinisikan keluarga yaitu:
1. Suatu kelompok yang mempunyainenek moyang yang sama.
2. Suatu kelompok kekerabatan yang disatukan oleh darah dan perkawinan.
3. Pasangan perkawinan dengan atau tanpa anak.
4. Pasangan tanpa nikah yang mempunyai anak.
5.
1.2.2 Fungsi dan Bentuk-bentuk Keluarga
A. Fungsi Keluarga
Setelah sebuah keluarga terbentuk, anggota keluarga yang ada di dalamnya memiliki tugas masing-masing. Suatu pekerjaan yang harus dilakukan dalam kehidupan keluarga inilah yang disebut fungsi. Jadi fungsi keluarga adalah suatu pekerjaan atau tugas yang harus dilakukan di dalam atau di luar keluarga.
Fungsi di sini mengacu pada peran individu dalam mengetahui, yang akhirnya mewujudkan hal dan kewajiban. Mengetahui fungsi keluarga sangat penting sebab dari sinilah terukur dan terbaca sosok keluarga yang ideal dan harmonis. Munculnya krisis dalam rumah tangga dapat juga sebagai akibat tidak berfungsinya salah satu fungsi keluarga.
a. Fungsi Biologis
Fungsi biologis berkaitan erat dengan pemenuhan kebutuhan seksual suami istri. Kelangsungan sebuah keluarga, banyak ditentukan oleh keberhasilan dalam menjalani fungsi biologis (seksual) ini. Apabila salah satu pasangan kemudian tidak berhasil menjalankan fungsi biologisnya, dimungkinkan akan terjadinya gangguan dalam keluarga yang biasanya berujung pada perceraian dan poligami.
b. Fungsi Sosialisasi Anak
Fungsi sosialisasi menunjuk pada peranan keluarga dalam membentuk kepribadian anak. Melalui fungsi ini, keluarga berusaha mempersiapkan bekal selengkap-lengkapnya kepada anak dengan memperkenalkan pola tingkah laku, sikap, keyakinan, cita-cita , dan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat serta mempelajari peranan yang diharapkan akan dijalankan mereka. Dengan demikian, sosialisasi berarti melakukan proses pembelajaran terhadap seorang anak.
Proses sosialisasi tidak sewajarnya diberikan kepada orang lain. Peran oarng tua sangat besar dalam proses sosialisasi ini sebab dari anak akan meniru segala yang dilihat dan dipelajari dari orang tuanya. Apabila orang tua tidak menjalankan fungsi sosialisasi dengan baik, problem yang muncul adalah anak kehilangan perhatian. Setelah itu dia mencari tokoh lain selain orang tuanya untuk ditiru.
Semua masyarakat sangat menggantungkan diri kepada keluarga dalam hal sosialisasi sebagai persiapan untuk memasuki usia dewasa agar anak berperan secara positif di tengah-tengah masyarakat. Salah satu caranya adalah melalui pemberian model bagi anak.
c. Fungsi Afeksi
Salah satu kebutuhan dasar manusia ialah kebutuhan kasih sayang atau rasa dicinta. Pandangan psikiatrik mengatakan bahwa penyebab utama gangguan emosional, perilaku dan bahkan kesehatan fisik adalah ketiadaan cinta, yakni tidak adanya kehangatan dan hubungan kasih sayang dalam suatu lingkungan yang intim.
Kebutuhan kasih sayang ini merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi seseorang. Banyak orang yang tidak menikah sungguh bahagia, sehat, dan berguna. Oleh karena itulah, kebutuhan kasih sayang sangat diharapkan bisa diperankan oleh keluarga.
Belakangan ini banyak muncul kelompok sosial yang mampu memenuhi kebutuhan persahabatan dan kasih sayang. Tentu saja kelompok ini secara tidak langsung merupakan perluasan dari fungsi afeksi dalam keluarga. Akan tetapi, perlu diwaspadai apabila kebutuhan afeksi itu kemudian dimbil alih oleh kelompok lain di luar keluarga.
Kecenderungan dewasa ini menunjukkan bahwa, fungsi afeksi telah bergeser kepada orang lain, terutama bagi mereka yang orang tuanya bekerja di luar rumah. Konsekuensinya, anak tidak lagi dekat secara psikologis karena anak akan menganggap orang tuanya tidak memiliki perhatian. Lebih buruk lagi istri yang bekerja di luar rumah, senantiasa memanjakan anak-anaknya dengan barang-barang mewah (benda-benda yang bersifat materialistis), padahal kebutuhan sesungguhnya bagi anak bukanlah hal itu, melainkan keintiman, perhatian, dan kasih sayang tulus dari ibunya.
d. Fungsi Edukatif
Keluarga merupakan guru pertama dalam mendidik manusia. Hal itu dapat dillihat dari pertumbuhan seorang anak mulai dari bayi, belajar jalan, hingga mampu berjalan. Semua itu diajari oleh keluarga.
e. Fungsi Religius
Fungsi religius dalam keluarga merupakan salah satu indikator keluarga sejahtera Dalam UU No. 10 Tahun 1922 tentang Perkembangan Kependudukan dean Pembangunan Keluarga Sejahtera dan PP No. 21 tahun 1994 tentang Penyelenggaraan Pembangunan Keluarga Sejahtera disebutkan bahwa agama berperan penting dalam mewujudkan keluarga sejahtera. Dalam ketentuan umum kedua peraturan perundang-undangan itu dinyatakan bahwa “keluarga sejahtera adalah keluarga yang dibentuk berdasarka atas perkawinan yang sah, yang mampu memenuhi kebutuhan spiritual dan material yang layak, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki hubungan yang serasi dan seimbang antar anggota dan antar keluarga dengan masyarakat dan lingkungan”.
Model pendidikan agama dalam keluarga dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu:
1. Cara hidup yang sungguh-sungguh dengan menampilkan penghayatan dan perilaku keagamaan dan keluarga.
2. Menampilkan aspek fisik berupa sarana ibadah dalam keluarga.
3. Aspek sosial berupa hubungan sosial antar anggota keluarga dan lembaga-lembaga keagamaan.
Pendidikan agama dalan keluarga, tidak saja bias dijalankan dalam keluarga, menawarkan pendidikan agama, seperti pengajian, majelis taklim, dan sebagainya.
f. Fungsi Protektif
Keluarga merupakan tempat yang nyaman bagi para anggotanya. Fungsi ini bertujuan agar para anggota keluarga dapat terhindar d ari hal-hal yang negatif. Dalam setiap masyarakat, keluarga memberikan perlindungan fisik, ekonomis, dan psikologi bagi seluruh anggotanya.
Namun fungsi perlindungan dalam keluarga itu lambat laun bergeser dan sebagian telah diambil alih oleh lembaga lainnya.misalnya dapat terlihat bahwa mula-mula laki-laki dari suatu keluarga melindungi anggotanya dengan menggunakan senjata, tetapi dewsa ini polisi dan petugas keamanan lainnya yang melindungi hak-hak bagi seseorang dalam kehidupannya. Lembaga-lembag a kesehatan, kini berusaha melindungi orang-orang dari serangan penyakit. Oleh karena itu, banyak fungsi perlindungan yang kini diambil alih oleh lembaga lainnya, seperti tempat perawatan anak-anak cacat tubuh dan mental, anak yatim piatu, anak nakal, dan orang-orang lanjut usia.
g. Fungsi Rekreatif
Fungsi ini bertujuan untuk memberikan suasana yang segar dan gembira dalam lingkungan. Fungsi rekreatif dijalankan untuk mencari hiburan. Dewasa ini, tempat-tempat hiburan banyak berkembang di luar rumah karena berbagai fasilitas dan aktivitas rekreasi berkembang dengan pesatnya. Media TV termasuk dalam keluarga sebagai sarana hiburan bagi anggota keluarga.
h. Fungsi Ekonomis
Demos mencatat bahwa “Keluarga adalah unit primer yang memproduksi kebutuhan ekonomi. Bagi sebagian keluarga, keadaannya seperti sebuah pabrik, masing-masing bekerja sesuai dengan tugasnya. Keluarga diposisikan sebagai tempat kerja bagi para anggotanya yang dewasa inin sudah berubah.”
i. Fungsi Penentuan Status
Dalam sebuah keluarga, seseorang menerima serangkaian status berdasarkan umur, urutan kelahiran, dan sebagainya. Status/kedudukan adalah suatu peringkat atau posisi seseorang dalam suatu kelompok atau posisi kelompok dalam hubungannya dengan kelompok lainnya. Status tidak bias dipisahkan dari peran. Peran adalah perilaku yang diharapkan dari seseorang yang mempunyai status. Status dan peran terdiri atas dua macam, yaitu status dan peran yang ditentukan oleh masyarakat dan status dan peran yang diperjuangkan oleh usaha-usaha manusia. Keluarga diharapkan mampu menentukan status bagi anak-anaknya. Yang dapat dijalankan dari fungsi status ini adalah menentukan status berdasarkan jenis kelamin.
B. Bentuk-bentuk Keluarga
Apabila membicarakan keluarga, asosiasinya langsung tertuju pada suami istri, anak-anak mereka, dan ikatan perkawinan dan ikatan darah. Oleh karena itulah istilah yang digunakanuntuk menunjuk kelompok orang seperti itu diinamakan conjugal famili (keluarga konjugal) yang menunjukkan arti keluarga dalam kehidupan sehari-hari.
1. Keluarga Batih (Nuclear Family)
Keluarga batih adalah kelompok orang yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anaknya yang belum memisahkan diri membentuk keluarga sendiri. Keluarga ini bisa juga disebut sebagai keluarga konjugal (conjugal family), yaitu keluarga yang terdiri dari pasangan suami istri bersama anak-anaknya.
Menurut Hutter, keluarga inti (nuclear family) dibedakan dengan keluarga konjugal (conjugal family). Keluarga konjugal terlihat lebih otonom, dalam arti tidak memiliki keterkaitan secara ketat dengan keluarga luas, sedangkan keluarga inti tidak memiliki otonomi karena memiliki ikatan garis keturunan, baik patrilineal maupun matrilineal.
Kenyataannya keluarga konjugal tidak memiliki ketergantungan terhadap unit keluarga lainnya. Oleh karena itulah, problem dalam keluarga semacam ini adalah ketiadaan pengawasan dari kerabat lainnya yang secara langsung memberikan peluang bagi terbukanya perceraian. Setelah menikah, mereka memilih tempat sendiri yang relatif berjauhan dengan keluarga luas. Dalam kegiatan yang sifatnya agak kolektif, keluarga konjugal masih relatif mementingkan sutau kebersamaan, namun sifatnya hanya merupakan suatu pilihan bukan kewajiban.
2. Keluarga Luas (Extended Family)
Keluarga luas, yaitu keluarga yang terdiri dari semua orang yang berketurunan dari kakek dan nenek yang sama termasukk keturunan masing-masing istri dan suami. Dengan kata lain, keluarga luas adalah keluarga batih ditambah kerabat lain yang memilki hubungan erat dan senantiasa dipertahankan. Sebutan keluarga yang diperluas (Extended Family) digunakan bagi sutau sistem yang masyarakatnya menginginkan beberapa generasi yang hidup dalam satu atap rumah tangga.
Istilah keluarga luas sering kali digunakan untuk mengacu pada keluarga batih berikut keluarga lain yang memiliki hubungan baik denganya dan tetap memelihara dan mempertahankan hubungan tersebut. Keluarga luas tentu saja memiliki keuntungan tersendiri.
Pertama, keluarga luas banyak ditemukan di desa-desa dan bukan pada daerah industri. Keluarga luas sangat cocok dalam kehidupan desa, yang dapat memberikan pelayanan sosial bagi anggota-anggotanya. Keluarga luas bisa juga diselenggarakan pada situasi apabila tidak ada lembaga-lembaga resmi.. orang jompo, cacat, dan orang sakit mampu disimpan dalam keluarga luas dan bbukan merupakan beban yang berat.
Kedua, keluarga luas mampu mengumpulakn modal ekonomi secara besar. Apakah sebuah perayaan perkawinan, membuka lahan baru, kedudukan dalam pemerintahan, atau membiayai anak cerdas berbakat. Anggota keluarga luas dibantu secara ekonomi, apabila telah mapan seolah-olah menjadi “hutang budi” bagi yang memberinya. Di lain pihak, kedudukan orang yang mampu memberikan keuntungan bagi anggota keluarga lain, ibarat sebuah bank. Dengan bantuan sanak saudara yang begitu luas, peluang membuka usaha baru sangat cepat dan dapat diwujudkan.
Mengapa dewasa ini bentuk keluarga besar tidak berkembang pesat ?. Jawaban yang pantas adalah dalam sistem masyarakat terdapat sistem keluarga tertentu, baik patrilineal maupun matrileneal yang lebih menjamin hubungan emosi antar para anggotanya.
Alasan lainnya yang menyebabkan suatu keluarga luas tidak lagi menjadi penting karena tidak ada satu keluarga pun yang secara terus menerus mampu memberikan kehidupan yang layak bagi keturunannya. Keluarga luas hanya mungkin bisa dipertahankan apabila keluarga tersebut memiliki kemampuan menguasai tanah secara luas dan kekayaan tertentu secara turun-temurun siap diberikan kepada keturunannya. Namun, bukti-bukti yang meyakinkan menunjukkan bahwa keluarga luas tidak lagi mampu memberikan tempat tinggal dalam lingkungan yang sama. Dalam suatu penelitian mengenai keluarga-keluarga Arab di Israel, tidak lagi ditemukan anak yang menjadi pewaris tunggal dari keluarganya. Hal ini karena setelah dewasa mereka meninggalkan tempat asalnya dan membentuk keluarga sendiri.
3. Keluarga Pangkal (Stem Family)
Keluarga pangkal, yaitu sejenis keluarga yang menggunakan sistem pewarisan kekayaan pada satu anak yang paling tua. Keluarga pangkal ini banyak terdapat di Eropa zaman feodal.
4. Keluarga Gabungan(Joint Family)
Keluarga gabungan, yaitu keluarga yang terdiri atas orang-orang yang berhak atas hasil mmilik keluarganya, antara lain saudara laki-laki pada setiap generasi. Di sini, tekanannya hanya pada saudara laki-laki karena menurut adat Hindu, anak laki-laki sejak kelahirannya mempunyai hak atas kekayaan keluarga.
Kendati pun antar saudara laki-laki itu tinggal terpisah, mereka menganggap dirinya sebagai suatu keluarga gabungan dan tetap menghormati kewajiban mereka bersama, termasuk membuat anggaran perawatan harta keluarga dan menetapkan anggaran belanja. Lelaki tertua yang menjadi kepala keluarga tidak bisa menjual harta milik bersama itu. Pada tahun 1956 kedudukan hukkumm kesatuan ini di rubah sehingga mencakup saudara perempuan dan janda yang berhak atas milik keluarga.
5. Keluarga Prokreasi dan Keluarga Orientaasi
Keluarga Prokreasi adalah sebuah keluarga yang individunya merupakan orang tua. Adapun orientasi adalah keluarga yang individunya merupakan salah seorang keturunan. Ikatan perkawinan merupakan dasar bagi terbentuknya suatu keluarga baru (Keluarga Prokreasi) sebagai unit terkecil dalam masyarakat.
1.2.3 Keluarga sebagai Inti Masyarakat
1. Dari urgensi keluarga itu sendiri di tengah-tengah masyarakat. Pada bagian ini, keluarga ditempatkan sebagai lembaga sosial yang sangat penting dibandingkan dengan lembaga lainnya. Penjelasannya mengarah pada argumen-argumen yang menempatkan keluarga sebagai lembaga yang tiada bandingnya.
2. Dapat juga dijelaskan melalui sejarah keluarga. Pada bagian ini peran keluarga di tengah-tengah masyarakat memiliki kontribusi penting bagi terbentuknya lembaga-lembaga sosial pada umumnya. Keluraga merupakan sistem sosial yang terdiri dari berbagai subsistem yang berhubungan dan saling mempengaruhi satu sama lain. Subsistem dalam keluarga adalah fungsi-fungsi hubungan antar anggota keluarga yang ada dalam keluarga, seperti fungsi hubungan ayah dengan ibu, anak dengan ayah, anak dengan ibu, and sebagainya.
Secara historis, peran keluarga di tengah-tengah masyarakat jauh lebih penting daripada sosial lainnya. Di kalangan masyarakat Eskimo Kutub misalnya, lembaga keluarga adalah lembaga tunggal, tidak ada lembaga lain, tidak ada kepala suku, tidak ada pastor atau paramedis, dan tidak spesialis pekerjaan. Semua kebutuhan hidup dapat dijalankan oleh anggota keluarga. Fungsi-fungsi keluarga (sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya) berjalan penuh dalam keluarga. Tidak satu pun fungsi keluarga itu diambil aloh lembaga lainnya. Misalnya, pada masyarakat primitif mereka melambangkan suatu pola perdagangan dengan tetangganya meskipun kedua suku sama sekali tidak bersahabat. Orang yang dapat dengan mudah menyimpan barangnya di tempat tertentu dan orang lain (di luar keluarganya) akan mengambil dan menggantikannya dengan barang dagangannya sendiri. Pekerjaan ini tidak memerlukan fungsionaris atau seorang petugas khusus. Oleh karena itu, kebanyakan masyarakat primitif tidak mempunyai kebutuhan fisik atau hubungan sosial yang memerlukan suatu struktur kelembagaan di luar keluarga. Berdasarkan ilustrasi inilah, keluarga merupakan inti dari masyarakat atu merupakan jantungnya masyarakat karena segenap kebutuhan masyarakat bermula dan dikerjakan dari keluarga.
Keluarga sebagai Kelompok Primer
Keluarga merupakan kelompok primer dalam masyarakat. Kelompok primer adalah suatu kelompok yang menyebabkan dapat mengenal orang lain sebagai suatu pribadi secara akrab. Hal tersebut dilakukan melalui suatu hubungan sosial yang bersifat informal, akrab, personal, dan total yang mencakup banyak aspek dari pengalaman hidup seseorang.
Istilah primer menggambarkan adanya tipe hubungan yang terjalin di antara para anggota-anggotanya. Kelompok primer dapat saja menangani suatu pekerjaan, namun penilaiannya didasarkan atas kulitas hubungannya bukan pada efisien dalam menyelesaikan pekerjaan. Kelompok primer dinilai dari kemampuannya untuk memberikan reaksi manusiawi yang memuaskan. Singkatnya, kelompok primer berorientasi pada hubungan intim.
Kelompok primer dipandang penting karena perasaan dan perilaku yang dijalankannya memiliki arti tersendiri. Dalam kelompok primer, seseorang mengemukakan keakraban, simpati dan rasa kebersamaan yang menyenangkan. Keluarga yang hadir di tenga-tengah masyarakat sebagai suatu kelompok primer, merupakan tempat menaruh harapan, kecemasan dan kesenangan di antar para anggotanya satu dengan yang lain.
Dewasa ini, banyak fungsi lama dari kelompok sekunder yang lebih besar. Play group (kelompok bermain) bagi anak di bawah
Meskipun kelompok sekunder berusaha mengambil alih peran kelompok primer dan menciptakan suasana keakraban dan kehangatan yang baru, berbeda, dan bahkan kelompokk primeracapkali dirusak atau dimodifikasikan oleh pengaruh kelompok sekunder, sebaliknya kelompok primer mampu mengimbangi pengaruh yang diberikan kelompok sekunder kepada anggota kelompok primer. Di sini, kelompok primer dapat menolak upaya kelompok sekunder yang diarahkan untuk merusak moral dan cita-cita kelompok primer.
1.2.4 Keluarga sebagai Lembaga Sosial
Konsep sosiologis mengenai lembaga berbeda dengan konsep yang umum digunakan. Sebuah lembaga bukanlah sebuah bangunan sekelompok orang dan bukan juga sebuah organisasi. Lembaga (institution) adalah suatu sistem norma untuk mencapai suatu tujuan atau kegiatan yang oleh masyarakat dianggap penting.
Pada saat itu keluarga adalah lembaga sosial yang paling elementer lembaga yang mendorong lainnya ikut berkembang. Awalnya, otoritas dalam masyarakat adalah otoritas keluarga, yaitu anggota sebuah keluarga memiliki wewenang bagi anggota keluarga lainnya. Kemudian meninngkatnya jumlah masyarakat dan struktur yang ada di dalamnya, mendorong diperlukannya suatu organisasi politik untuk mengatur masyarakat. Setelah pengaturan organisasi masyarakat dilakukan secara birokratis, peperangan merupakan bagian yang tidak dapat dihindari. Kemudian dengan cara yang sama, pendidikan dan agama ikut beralih membentuk lembaga tersendiri di luar keluarga. Secara berturut-turut kegiatan ekonomi di luar keluarga, dan begitu seterusnya sehingga fungsi-fungsi yang ada dalam keluarga perlahan-lahan keluar dari keluarga dan menbentuk lembaga tersendiri.
Proses terjadinya suatu lembaga sangatlah panjang. Mula-mula orang mencari cara praktis dalam memenuhi kebutuhannya. Dalam pemenuhan kebutuhan itu, dibuatlah norma dan aturan. Dalam terbentuknya aturan bias tertulis dan tidak tertulis. Aturan itu ada yang mengikat para anggota masyarakat dan ada yang tidak. Kekuatan sebuah aturan dapat diketahui dari caranya (usage) masyarakat memperlakukannya, kebiasaan (folkways), dan adat istiadat(custom). Bila sudah dilakukan oleh masyarakat, norma tersebut telah melembaga. Adapun mengetahui apakah norma itu telah melembaga adalah dengan memahami, menaati, dan menghargai.
Norma yang telah melembaga itu pada akhirnya tumbuh dan berkembang di masyarakat kemudian membentuk institusi atau pranata. Terbentuknya pranata dalam sebuah masyarakat,, pada dasarnya mempunyai tiga fungsi, yaitu untuk memberikan pedoman pada masyarakat untuk bertindak, menjaga keutuhan masyarakat, dan mengadakan sistem pengendalian sosial (social control).
Akibatnya, muncullah lembaga keluarga dalam masyarakat sebagai bagian dari pemenuhann kebutuhan perlindunga, kasih sayang, dan sebagainya. Lembaga keluarga ini kemudian memberikan pengaturan tertentu yang dapat diikuti manusia. Namun keluarga tidak dapat dikatakan sebagai lembaga, setidak-tidaknya mengacu pada adanya lembaga, yaitu:
a. Simbol Kebudayaan
Manusia telah menciptakan berbagai simbol untuk mengingatkan dengan cepat mengenai suatu lembaga. Misalnya simbol kebudayaan dalam keluarga ditonjolkan dalam ciri cincin kawin, pada negara disimbolkan oleh bendera dan pada sekolah disimbolkan oleh lambang sekolah, dan sebagainya. Rumah dapat pula jadi simbol keluarga, gedung sebagai bangunan sekolah yang berfungsi untuk menguatkan lembaga-lembaga. Oleh karena itu, sulit dibayangkan keluarga tanpa rumah, pendidikan tanpa gedung sekolah, dan negara tanpa istana.
b. Kode Prilaku
Orang terlibat dalam suatu lembaga dipersiapkan untuk melaksanakan peranannya secara tepat. Peran itu sering kali diungkapkan dalam kode (norma) yang resmi, seperti janji perkawinan, sumpah setia terhadap negara, dan kode etik beberapa kelompok kerja lainnya. Suatu kode/norma perilaku tidak menjamin pelaksanaan peran secara tepat. Suami atau istri bisa mengingkari janji perkawinan. Seorang warga negara dapat mengabaikan pembayaran pajak. Jika sering dipelajari dan sering diperkuat, kode prilaku itu mungkin akan dipatuhi. Seorang suami atau istri, harus senantiasa diingatkan dengan janji perkawinan untuk saling setia pada pasangan. Jika diingatkan dan tidak ada sanksi atasnya, kode perilaku itu akan dilanggarnya.
c. Ideologi
Di sini diartikan sebagai suatu sistem gagasan yang menyetujui seperangkat norma. Norma menetapkan berprilaku, sedangkan ideologi menjelaskan alasan yang melatarbelakangi suatu tindakan mungkin, dalam konteks yang lebih nyata, ideologi dalam keluarga mengarahkan pada berfungsinya suatu lembaga keluarga, antara lain dalam memelihara anak.
Mereka yang menjadi pemimpin dalam suatu lembaga biasanya akan menjaga wewenangnya dengan hati-hati. Seorang ayah sebagai kepala keluarga bisa menolak kebijaksanaan lembaga pendidikan yang mengikuktsertakan peserta didik untuk melakukan rekreasi pada akhir tahun dengan segala pertimbangan yang dimilikinya. Seorang pengusaha menolak pengendalian pemerintah meskipun memerlukan pertolongan dan subsidi darinya.
BAB III
PENUTUP
1.3.1 SIMPULAN
Dalam pembuatan makalah ini dapat disimpulkan bahwa keluarga mempunyai banyak arti, salah satu pengertian keluarga adalah ibu, bapak, anak-anaknya atau seisi rumah. Bisa juga disebut batih yaitu seisi rumah yang menjadi tanggungan dan dapat pula berarti kaum sanak saudara serta kaum kerabat dan masyarakat merupakan kumpulan beberapa keluarga yang dapat mendidik anak yang sesuai dengan yang diharapkan. Serta keluarga mempunyai fungsi dan bentuk yang masing-masing mempunyai peran tersendiri.
